Putusan Mengejutkan: Pastor Raymond Koh Diculik Polisi, Negara Kena Denda RM37 Juta

⛓️ Malaysia, Negara Damai Tapi Plot Twistnya Serem
Kalau kamu pikir Malaysia cuma terkenal karena nasi lemak dan drama politik yang levelnya kayak sinetron jam 7 malam, tunggu dulu. Baru-baru ini, pengadilan tinggi Malaysia bikin keputusan yang bikin netizen garuk-garuk kepala: Pastor Raymond Koh resmi dinyatakan diculik oleh aparat negara sendiri. Iya, kamu nggak salah baca—diculik, bukan diajak seminar rohani.
Kejadian ini bukan baru kemarin sore. Pastor Koh hilang sejak 13 Februari 2017, dalam aksi penculikan yang lebih rapi dari operasi intelijen Hollywood. Ada 15 pria bertopeng, 3 SUV hitam, dan 4 kendaraan tambahan. Semua berlangsung dalam 40 detik. Kalau ini lomba estafet, mereka pasti juara.
💸 Negara Kena Denda, Tapi Duitnya Belum Bisa Dipakai
Pengadilan memutuskan bahwa pemerintah Malaysia dan kepolisian harus membayar RM37 juta (sekitar Rp120 miliar) kepada keluarga Pastor Koh sebagai bentuk tanggung jawab atas penculikan tersebut. Tapi tunggu dulu, uangnya nggak langsung masuk ke rekening istri Pastor Koh, Susanna Liew. Semua dana harus masuk ke rekening trust, dan baru bisa dicairkan kalau keberadaan Pastor Koh sudah jelas—hidup atau wafat.
Jadi, ini semacam “duit pengganti” yang masih ngambang. Kayak gaji freelance yang belum di-approve klien.
👮♂️ Polisi: “Kami Tidak Terlibat”—Pengadilan: “Ya Terlibat!”
Selama bertahun-tahun, pihak berwenang Malaysia bersikeras bahwa mereka nggak tahu-menahu soal hilangnya Pastor Koh. Tapi pengadilan bilang lain. Hakim Su Tiang Joo menyatakan bahwa ada keterlibatan langsung dari aparat negara, baik yang masih aktif maupun yang sudah pensiun. Mereka dianggap menyalahgunakan kekuasaan publik secara “opresif dan sewenang-wenang.”
Kalau ini pertandingan debat, pengadilan menang telak. Polisi cuma bisa bilang, “Kami akan banding.” Ya, silakan, asal jangan sambil nyulik lagi.
🙏 Keluarga: Akhirnya Ada Keadilan, Walau Belum Lengkap
Susanna Liew, istri Pastor Koh, menyambut putusan ini dengan campuran lega dan sedih. Setelah hampir sembilan tahun menunggu kejelasan, akhirnya https://www.kabarmalaysia.com/ ada pengakuan resmi bahwa suaminya diculik oleh negara sendiri. Tapi karena keberadaan Pastor Koh masih misterius, rasa keadilan itu belum sepenuhnya utuh.
Bayangkan nonton film thriller, tapi ending-nya digantung. Penonton ngamuk, tapi sutradara bilang, “Tunggu sekuelnya.”
📌 Kesimpulan: Negara Bisa Salah, Tapi Rakyat Harus Terus Bertanya
Kasus Pastor Raymond Koh adalah pengingat bahwa bahkan institusi negara bisa salah, dan rakyat punya hak untuk menuntut kejelasan. Di balik humor ini, ada tragedi nyata yang belum selesai. Semoga keadilan bukan cuma soal angka di rekening trust, tapi juga soal menemukan kebenaran yang sesungguhnya.
Dan buat kamu yang suka bilang, “Ah, Malaysia aman kok,” ingat: bahkan nasi lemak bisa pedas kalau sambalnya disembunyikan.
